12 More Photography Quotes I Should Know

  1. “Be daring, be different, be impractical, be anything that will assert integrity of purpose and imaginative vision against the play-it-safers, the creatures of the commonplace, the slaves of the ordinary.” – Peter Lindbergh (submitted by Brian)
  2. “The important thing is not the camera but the eye.” – Alfred Eisenstaedt (submitted by Beate)
  3. “There are two people in every photograph: the photographer and the viewer” – Ansel Adams (submitted by Scott)
  4. “To me, photography is the simultaneous recognition, in a fraction of a second, of the significance of an event as well as of a precise organization of forms that give that event its proper expression.” – Henri Cartier-Bresson (submitted by Kelly Anne)
  5. “I always thought good photos were like good jokes. If you have to explain it, it just isn’t that good.” – Anonymous (submitted by Mei Teng)
  6. “If your photographs aren’t good enough, you’re not close enough.” – Robert Cappa (submitted by Eddy) (note: as Matt pointed out in comments, Robert Cappa sadly died from stepping on a land mine ‘It is possible to get too close!’
  7. “A lot of photographers think that if they buy a better camera they’ll be able to take better photographs. A better camera won’t do a thing for you if you don’t have anything in your head or in your heart.” -Arnold Newman (submitted by Matt Needham)
  8. “Pictures, regardless of how they are created and recreated, are intended to be looked at. This brings to the forefront not the technology of imaging, which of course is important, but rather what we might call the eyenology (seeing).” -Henri Cartier-Bresson (submitted by Matt Needham)
  9. “The word ‘art’ is very slippery. It really has no importance in relation to one’s work. I work for the pleasure, for the pleasure of the work, and everything else is a matter for the critics.” -Manuel Alvarez Bravo (submitted by Matt Needham)
  10. “People say photographs don’t lie, mine do.” -David LaChapelle (submitted by Matt Needham)
  11. “The single most important component of a camera is the twelve inches behind it.” – Ansel Adams (submitted by raisingladders)
  12. “You cannot depend on your eyes if your imagination is out of focus” – Mark Twain (submitted by dannyboy)

Source: http://digital-photography-school.com/12-more-photography-quotes-you-should-know

Koneksi Wireless di ruang Kelas Magister Informatika ITB




Di post ini saya cuman coba share hasil speedtest dari koneksi internet ITB melalui Wireless Tehnik Lingkungan ITB. Tehnik Lingkungan? Ya, memang benar. Karena di gedung kelas di STEI dekat Lab Sistem dan Sinyal ini (STEI) tidak ada wireless network yang bisa digunakan! Ya jadinya di kelas saya harus menumpang ke wireless gedung sebelah yang berjarak hampir 75m. 

Hasil test pagi ini (Jam 9an), cukup mengejutkan karena saya hampir bisa mendapatkan 1mbps untuk hasil speedtest ke San Diego, CA (USA). Wow, hasil yang cukup mengejutkan bagi saya sendiri. Walaupun sepertinya sangat jarang bisa mendapatkan hasil ini di ruang kelas yang fakir sinyal ini. 

Yah semoga aja ke depannya pihak STEI mau menyediakan wireless access point yang dapat diakses secara bebas oleh mahasiswa magisternya. 

How to Install DHCP Server on Ubuntu 8.04

1. Edit dhcpd.conf file

#vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf

# Sample /etc/dhcpd.conf
# (add your comments here)
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 10.0.0.255;
option routers 10.0.0.1;
option domain-name-servers 10.0.0.1, 10.0.0.2;
option domain-name "mydomain.example";

subnet 10.0.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 10.0.0.20 10.0.0.200;

2.  Set Default Interface for broadcasting DHCP 

# vi /etc/default/dhcp3-server

# Sample /etc/default/dhcp3-server
INTERFACES="eth1"

3. Start DHCP Service

# /etc/init.d/dhcp3-server start


Reference
http://www.jusupov.com/2007/07/06/how-to-install-dhcp3-server-in-ubuntu/


Sistem Email Open Source yang Lengkap

Baru-baru ini aku mengalami masalah dengan server email yang berbasis Qmail (menggunakan tutorial qmailrocks+updates). Masalah yang terjadi berkaitan dengan qmail scanner yang berfungsi untuk menscan email dari virus dan juga spam yang menjengkelkan itu. 

Walaupun server email sudah kembali berjalan, aku masih mempertimbangkan untuk melakukan migrasi ke server email yang baru. Pertimbangan mengapa aku ingin melakukan migrasi adalah, instalasi qmail yang aku lakukan sudah tidak update lagi, sudah terlalu banyak bug dan juga patch-patch yang harus ditambahkan di instalasi qmail ini. 

Belum lagi webmail yang tidak terintegrasi langsung ke sistem yang berjalan. Squirrelmail walaupun berjalan dengan baik selama ini, membutuhkan banyak plugin untuk berbagai fungsi. Tampilan Squirremail ini juga sudah kelihatan ketinggalan zaman. 



Walaupun ada berbagai alternatif webmail yang lain, seperti Horde yang proses instalasinya cukup sulit itu dan juga Roundcubemail, webmail client yang menggunakan AJAX sebagai keunggulan utamanya. Tapi kembali lagi ke masalah awal, semua webmail client ini tidak terintegrasi langsung ke dalam sistem. 

Ketika ada masalah dengan mail server yang menggunakan qmail ini, akupun mulai mencari alternatif mail server yang lain. Dan syarat yang aku inginkan adalah Mail Server dengan Sistem yang terintegrasi. Yang dimaksudkan dengan terintegrasi disini adalah Mail Server ini haruslah mempunyai tampilan administrasi user, webmail client, anti virus dan anti spam yang dapat langsung diakses dari satu control panel yang web based tentunya. 

Hmm... hal di atas sepertinya sesuatu yang istimewa sekali dibandingkan dengan instalasi qmail yang aku punya sekarang ini. Walaupun untuk administrasi domain dapat menggunakan Vqadmin dan administrasi user menggunakan Qmailadmin tetapi tetap saja belum dapat memuaskan aku. 

Akupun mulai mencari sebuah sistem email yang terpadu yang dapat diandalkan dan syarat utamanya adalah open source dan mempunyai dukungan komunitas yang luas. Sehingga bila ada masalah yang dialami nantinya diharapkan dapat mudah diatasi. 

Kemudian akupun menemukan deepOfix Mail Server, sebuah distribusi linux yang sudah terintegrasi dengan Mail Server dan tampilan administrasi yang cukup impresif. Aku sudah mencoba untuk menginstallnya di VMWare dan dapat berjalan dengan baik, namun deepOfix ini sepertinya masih dalam tahap pengembangan karena tidak adanya manual untuk administrasi dan juga dukungan forum (ini yang paling penting). 


Selanjutnya dalam pencarianku, aku menemukan Zimbra sebuah platform Collaboration Suite yang sangat mengejutkanku. Aku tidak menyangka bahwa ada platform mail server yang lengkap dengan tampilan dan fitur yang cukup hebat untuk sebuah mail server yang bersifat open source. 





Setelah melihat fitur-fiturnya. Akupun mulai "sangat" mempertimbangkan untuk pindah ke platform baru ini. Apalagi Zimbra didukung oleh komunitas yang cukup kuat. Walaupun demikian permasalahan utama untuk Zimbra ini adalah, Zimbra membutuhkan resources sistem yang cukup besar. Memory minimal untuk produksi adalah 2GB dan yang direkomendasikan 4GB. Wah, berarti aku harus menggunakan sistem 64bit karena 32bit hanya support sampai 3GB saja. 

Kemudian aku harus melakukan migrasi account user dan email-emailnya bila ingin menggunakan sistem email yang baru ini. Pekerjaan yang cukup berat tapi menjanjikan kepuasan bila dapat berhasil dilakukan... hehehe...

Aku juga berencana untuk mendokumentasikan proses instalasi yang aku lakukan nantinya. Aku sudah berhasil untuk melakukan instalasi di VMWare dan tinggal menunggu untuk melakukan instalasi di mesin produksi dengan memory 3GB. 

Squid ZPH HTB-Tools Ubuntu 8.04

Pada post sebelumnya saya mencoba untuk menjelaskan pilihan-pilihan yang ada untuk bandwidth manajemen dengan menggunakan squid. Kemudian saya memilih untuk menggunakan kombinasi antara Squid ZPH dan HTB-Tools. 

Di bawah ini saya mencoba untuk menjelaskan bagaimana saya dapat menjalankan fungsi Squid ZPH di Ubuntu Server 8.04. 

Kebutuhan instalasi:
  • HTB-Tools yang sudah berfungsi normal
  • Squid 2.6.x yang sudah di patch ZPH atau Squid 2.7.x 
Sistem yang ditest berjalan dengan:
  • Ubuntu 8.04.1 Server 
  • HTB-Tools 0.3.0a
  • Squid 2.7.STABLE 3

KONFIGURASI SQUID

Tambahkan baris berikut di squid.conf

zph_mode tos
zph_local 0x30
zph_parent 0
zph_option 136

Restart konfigurasi squid

# squid -k reconfigure

KONFIGURASI HTB-TOOLS

Pertama generate konfigurasi HTB dengan q_parser, dengan perintah: 

# q_parser [interface yang digunakan] 10000 10000 [lokasi file/eth1-qos.cfg] > [direktori tujuan]/eth1-qos.sh

Contoh:

# q_parser eth1 10000 10000 /etc/htb/eth1-qos.cfg > /home/admin/eth1-qos.sh

Selanjutnya buka direktori tujuan:

# cd /home/admin 

Selanjutnya buka file eth1-qos.sh

# vi eth1-qos.sh

Kemudian cari baris berikut:

$TC qdisc add dev $DEV parent 1:0x10 handle 0x10: pfifo limit 5

Tambahkan baris berikut di bawahnya:

$TC class add dev $DEV parent 1:1 classid 1:0x15 htb rate 10Mbit
$TC filter add dev $DEV parent 1:0 protocol ip prio 1 u32 match ip protocol 0x6 0xff match ip tos 0x30 0xff flowid 1:15

Sehingga menjadi:

$TC qdisc add dev $DEV parent 1:0x10 handle 0x10: pfifo limit 5
$TC class add dev $DEV parent 1:1 classid 1:0x15 htb rate 10Mbit
$TC filter add dev $DEV parent 1:0 protocol ip prio 1 u32 match ip protocol 0x6 0xff match ip tos 0x30 0xff flowid 1:15

Setelah menyimpan file eth1-qos.sh, selanjutnya buat file tersebut dapat dieksekusi oleh sistem:

# chmod +x eth1-qos.sh

Kemudian eksekusi file tersebut dengan perintah:

# ./eth1-qos.sh

Terimakasih untuk: